Disclaimer: Tulisan dibawah ini mungkin bisa menyinggung anda. Tulisan dibawah ini mencoba untuk melihat dari “luar” sudut pandang agama dan kepercayaan.
Tuhan adalah konsep ciptaan manusia yang paling hebat dan berhasil.
Tuhan adalah penjelasan atas segala hal yang tidak dan belum dimengerti oleh manusia.
Tuhan adalah pengharapan terbesar manusia.
Tuhan adalah konsep yang paling banyak menyebabkan konflik dan memakan korban.
Tuhan adalah konsep sesosok yang menyebabkan banyak penderitaan tetapi tidak pernah disalahkan.
10 Comments
Hahaha… benny dan ke Atheist an nya.
can’t handle the truth or you don’t want accept the truth heh lisa ?
Well, from my point of view… you are the one who can’t handle the truth / duwan to accept the truth hehe
the truth that others told. you MUST believe it. pls deh ah, not my style.
Gue pikir lo budhist sejati ben
)…
“Tuhan adalah konsep yang paling banyak menyebabkan konflik dan memakan korban.”
Jelas-jelas salah manusia, Tuhan gak pernah minta dibela kok, Tuhan itu dah kuat, gak butuh manusia buat ngebela Dia
Nga ada hubungan antara being a buddhist dan Tuhan sih sur
Yah konsep doang mana bisa minta
), seperti konsep pahlawan bertopeng di shinchan, mana bisa dia minta coba
Masalah besarnya adalah setiap kelompok punya definisi konsep yg lebih detail yang berbeda2x dan mereka masing2x merasa benar dan ingin merubah pandangan orang lain seperti pandangannya. Ego seperti itulah yang menyebabkan pertikaian. Karena konsep Tuhan, demi konsep Tuhannya masing2x.
Tambahan: Tuhan adalah makhluk yang mengaku2 melakukan segala sesuatu yang dikerjakan oleh alam
hmm tuhan bukan mahluk tapi konsep. plus juga yg ngaku2x itu bukan si konsep, tapi orang2x yg buat konsep itu
si “konsep” itu ngaku sendiri kok, referensi “Brahma Baka”
Bisa jadi juga yah… Anak buah Baka Brahma yang menyebarkan berita itu.
Tapi yang dirujuk “tuhan” oleh theisme apakah benar si Baka Brahma? Sepertinya sih hanya tokoh/konsep yg diciptakan yg kebetulan sepandangan dengan Baka Brahma yang mengakui dirinya yg immortal dan semua dibawah kekuasannya.
Bedanya satu sebagai si subjek yg menciptakan objek yg demikian. Yang satunya lagi si objek sendiri yg menyangka dirinya yang demikian.